Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2011

4 Inspirasi Tempat Bulan Madu Pangeran William

Pangeran William dan Kate Middleton merahasiakan tempat berbulan madu mereka. Namun beberapa tempat berikut ini diprediksi dituju William dan Kate yang juga bisa jadi inspirasi untuk Anda, seperti dilansir Brides:
 
1. Kenya
William dan Kate disebut-sebut memilih Kenya sebagai tempat bulan madu karena di sanalah sang pangeran melamar wanita pujaannya itu. Lamaran tersebut diajukannya Oktober 2011 lalu.

Untuk Anda yang berminat ke Kenya, Masai Mara National Park bisa jadi tujuan. Tempat itu menawarkan pengunjungnya merasakan pengalaman melihat langsung kehidupan liar hewan-hewan. Ada 37 tenda mewah di sepanjang Sungai Mara. Meskipun tenda, pelayanan di sana sama seperti menginap di hotel.

Jika ingin mendapatkan pemandangan yang menakjubkan, datang ke tempat tersebut pada Juli dan Oktober. Di waktu tersebut Anda bisa melihat burung-burung bermigrasi. Harga menginap di sana adalah US$ 246 per orang per malam.

2. Seychelles

Pangeran William dan Kate Middleton pernah berlibur ke salah satu pulau di Seychelles yaitu Pulau Desroches. Saat itu keduanya baru saja berpacaran lagi setelah sebelumnya putus untuk beberapa waktu.

Jika Anda ingin pergi ke sana, menginaplah di villa-villa eksklusif yang ada di North Island. Setiap villa memiliki dua kamar tidur, kamar mandi di luar dan di dalam dan kolam renang dengan pemandangan langsung ke laut. Kalau ingin keluar kamar dan hang out, Anda dan pasangan bisa menyelam di Island Piazza. Harga untuk menginap di villa yang ada di North Island mulai 2.115 poundsterling per orang dan per malamnya. Harga tersebut sudah termasuk makan, minum dan aktivitas yang bisa dilakukan di sana.

3. British Virgin Islands

Salah satu pulau favorit Pangeran William di kawasan British Virgin Islands, Karibia, adalah Pulau Necker. Pulau tersebut milik pengusaha kaya Inggris, Sir Richard Branson. Pulau mewah dengan luas 74 acre itu dilengkapi dengan fasilitas seperti spa dan kapal selam.

Untuk Anda yang tertarik datang ke kawasan British Virgin Islands, Guana Island bisa jadi pilihan. Pulau pribadi itu memiliki luas 850 acre dengan resort-resort mewah. Setiap resort memiliki fasilitas kolam renang, pemandangan yang luar biasa, dapur dan bar yang sudah terisi dan mobil golf untuk berkeliling pulau. Harga menginap di villa tersebut US$ 1.650.

4. Mustique

Mustique adalah pulau favorit keluarga Middleton. Pulau pribadi itu terletak di kawasan Laut Karibia. Kate dan William sudah beberapa kali mendatangi pulau tersebut.

Berminat ke Mustique? Jika iya, villa Blue Waters yang didesain Oliver Messel bisa jadi tempat Anda dan pasangan menginap. Oliver Messel awalnya hanyalah seorang desainer rumah biasa. Namun ia kemudian pindah ke kawasan Barbados dan mulai mendesain villa. Ia kini memiliki lebih dari 13 villa.

Villa Blue Waters menampilkan desain bergaya Prancis. Dari jendela villa tersebut juga bisa terlihat indahnya kawasan Karibia. Menginap di villa ini pun membuat Anda dan pasangan mudah menjangkau berbagai tempat menarik di Mustique. Harga per minggu menginap di villa ini adalah US$ 11 ribu. Harga tersebut termasuk pengurus villa, laundry services dan antar-jemput ke bandara.



sumber : http://detik.travel/read/2011/10/29/115219/1755414/1048/1/4-inspirasi-tempat-bulan-madu-pangeran-william

Negara-Negara Bebas Visa Kunjungan untuk WNI

Kita yang punya minat bepergian ke luar negeri pasti pernah disibukkan dan dipusingkan dengan urusan mendapatkan visa kunjungan -- dokumen yang diperlukan untuk izin awal masuk ke negara tertentu.

Beberapa negara membutuhkan prosedur yang sangat sulit untuk mendapatkan selembar visa kunjungan yang menempel di paspor kesayangan. Perlu diingat bahwa visa kunjungan adalah khusus untuk kunjungan singkat seperti pariwisata.

Menurut indeks yang diterbitkan Henley & Partners, Indonesia termasuk negara yang mudah dimasuki oleh warga negara asing, tetapi tidak sebaliknya. Warga negara Indonesia (WNI) tidak diterima begitu saja secara mudah di sebagian besar negara-negara di dunia. Tercatat ada sekitar 43 negara di dunia yang menerima WNI tanpa visa kunjungan atau dengan visa on arrival. Selebihnya, WNI perlu mendapatkan visa kunjungan terlebih dahulu dengan mendaftar di kedutaan setempat di Jakarta.

Contoh visa untuk masuk ke negara-negara yang tergabung dalam sistem Schengen. Foto: Thinkstock

Berikut adalah beberapa negara pilihan di dunia yang membebaskan visa kunjungan terhadap WNI, dan apa saja yang bisa dilihat di sana:

Peru

Negara yang bisa diakses melalui paling tidak 20 jam perjalanan dari Australia/Selandia Baru atau Eropa ini memberikan 90 hari kunjungan bebas visa kepada WNI. Siapa yang tidak kenal Macchu Picchu sebagai salah satu pusat kebudayaan Amerika Selatan yang terunik. Naiklah kereta api dari Cusco ke Macchu Picchu dan alami perpindahan waktu ke masa lalu di tengah hijaunya hutan hujan tropis.

Maroko

Bisa diakses dari dataran Eropa kurang dari empat jam, tiga bulan dapat dinikmati di sini setiap kali kunjungan oleh WNI. Silakan mulai dari Rabat atau Casablanca, lalu lanjut ke Fez dan Marrakech. Siapkan indera Anda untuk arsitektur, lanskap dan khazanah kuliner jazirah Arab terunik sepanjang masa.

Chile

Hanya ada satu cara untuk mengelilingi negara yang memberikan 90 hari visa kunjungan kepada WNI: dari utara ke selatan atau sebaliknya. Ia memiliki salah satu pesisir pantai yang terpanjang di Amerika Selatan. Atraksinya? Peninggalan kolonialisme Spanyol yang berlatarbelakang pegunungan Andes. Suka dengan olahraga atau lanskap ekstrim? Di sinilah salah satu yang terbaik!

Ekuador

Jika Anda pernah bermimpi ke Kepulauan Galapagos, di sinilah awalnya. Seperti negara-negara Amerika Selatan di pesisir barat lainnya, Ekuador memiliki tiga dataran sekaligus: dataran rendah pesisir, dataran tinggi di sekitar pegunungan Andes, dan dataran rendah hutan hujan tropis Amazon. Beberapa kotanya juga menjadi bagian dari World Heritage Site UNESCO. WNI mendapat 90 hari di sini.

Kolombia

Kolombia memberikan 90 hari bebas visa kunjungan bagi WNI. Yang patut dikunjung di Kolombia adalah Cartagena, sebuah kota pesisir yang terkenal dengan resor pinggir pantai menghadap Laut Karibia dan mengenal ibukota Amerika Latin penuh sejarah di Bogota.

Malaysia

Siapa yang tidak kenal Malaysia. Bagi kebanyakan WNI, Malaysia menjadi salah satu negara pertama yang dikunjungi ketika memiliki paspor. WNI diberikan maksimum 30 hari setiap kali kunjungan.

Apa yang bisa dilihat di sini? Banyak sekali: wisata belanja, arsitektur kota modern di Kuala Lumpur, belajar transportasi publik yang baik, khazanah budaya Melayu yang mirip dengan Indonesia, sampai wisata alam seperti di Taman Negara atau Gunung Kinabalu di Sabah.

Singapura

Singapura sudah tidak asing lagi di mata kebanyakan WNI, terutama yang berdomisili di Jakarta. Menjadi alternatif tempat rekreasi selain wisata domestik di Bandung dan Pulau Bali, Singapura menawarkan kenyamanan wisata ala “mal” dan fasilitas modern negara maju. Tentu, 30 hari sudah di tangan bagi setiap WNI tanpa harus mendaftar visa apapun.

Thailand

Salah satu lokasi kunjungan wisata terpopuler di dunia, terutama bagi backpacker. Biaya hidup yang sangat terjangkau, infrastruktur pariwisata yang cukup baik dan kebudayaan yang unik karena tak pernah dijajah kolonialis. Jelajahi Thailand dari utara ke selatan selama 30 hari, untuk WNI!

Vietnam

Vietnam akhir-akhir ini menjadi primadona bagi pengunjung ASEAN, karena gencar membuka diri untuk pariwisata. Alternatif yang baik selain Thailand. Biaya hidup tidak jauh berbeda dari Indonesia, bahkan lebih murah. Wisata sejarah, budaya dan alam didapatkan di tempat-tempat seperti Ho Chi Minh City, Na Thrang, Hue, Hoi An dan Hanoi. Bebas visa kunjungan selama 30 hari untuk WNI.

Filipina

Filipina memberikan 21 hari bebas visa kunjungan bagi WNI. Jika Anda tertarik dengan negara Asia kepulauan yang menawarkan pantai serta “rasa” Spanyol yang kental, maka datanglah ke Filipina!

Brunei


WNI mendapatkan 14 hari bebas visa kunjungan di sini. Negara kerajaan yang kental dengan budaya Melayu dan suasana Islami ini bagai surga di tengah hiruk-pikuk modernitas yang diusung negara-negara ASEAN lain.

Hong Kong

Hong Kong sebenarnya bukan negara, tetapi wilayah administratif khusus untuk Republik Rakyat Cina (RRC), namun memiliki regulasi imigrasi tersendiri. Kalau ke RRC, WNI perlu visa, tetapi Hong Kong membebaskan visa kunjungan selama 30 hari. Kebanyakan WNI berkunjung ke Hong Kong untuk wisata belanja dan urban, hampir sama seperti Singapura.

Makau

Makau juga adalah wilayah administratif khusus untuk RRC, terletak tidak jauh dari Hong Kong. WNI diberikan bebas visa kunjungan selama 30 hari. Berbeda dengan Hong Kong, wisata di sini seputar wisata sejarah dan... judi.

Seychelles


Ini dia negara yang tidak memberlakukan visa kunjungan bagi warga negara apapun di dunia. Ya! Seychelles mempersilakan semua warga negara di dunia untuk masuk tanpa visa kunjungan selama satu bulan, termasuk WNI. Negara kepulauan yang terletak di Samudera Hindia, antara Afrika dan India ini mengunggulkan wisata bahari.

Maladewa

Sering disematkan sebagai tujuan wisata bulan madu, Maladewa memiliki  beragam pulau kecil, bahkan sangat kecil sampai hanya disebut atol, yang tersebar jauh satu sama lain. Untuk bepergian antar pulau saja, kita membutuhkan kapal atau bot, kalau tidak pesawat terbang kecil.

Malé, ibukotanya, adalah satu-satunya kota padat di dunia yang berada di pulau kecil, dengan bandara di pulau lainnya! WNI diberikan 30 hari untuk jalan-jalan di sini.

Sri Lanka

Negara ini bukan tujuan populer bagi WNI, karena banyak yang lebih “tergoda” oleh India. Tapi tahukah Anda, Sri Lanka membebaskan visa selama 30 hari bagi WNI. Jelajahi Colombo dan lihat sisa-sisa peninggalan Belanda, Portugis dan Inggris, lalu berkeliling pulau untuk berbaur dengan masyarakatnya yang banyak menyambung hidup sebagai nelayan, menelusuri pantai, hutan dan candi-candi.

Ada beberapa negara lain yang membebaskan visa kunjungan bagi WNI, yang jika saya ulas akan terlalu panjang. Negara-negara tersebut antara lain Kosovo (90 hari), Bermuda (maksimum enam bulan), Dominika (21 hari), Haiti (tiga bulan), Saint Vincent and the Grenadines (satu bulan), Kepulauan Cook (31 hari), Kepulauan Mikronesia (30 hari) dan Samoa (30 hari).

Selain itu, ada juga beberapa negara lain yang memberlakukan visa on arrival bagi WNI, yang bermakna negara-negara tersebut memberlakukan visa kunjungan, namun pembuatannya dapat dilakukan di beberapa bandara internasional negara tersebut, dengan biaya tertentu, misalnya USD25. Beberapa negara ini antara lain seperti Laos, Kamboja, Fiji, Myanmar, Turki dan masih beberapa lagi.

Jadi, siapkan ransel Anda dan mari bepergian tanpa harus pusing memiliki visa kunjungan!



sumber : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/186-negara-negara-bebas-visa-kunjungan-untuk-wni

Bijak Menggunakan Buku Panduan Perjalanan

Bagi wisatawan yang melancong tanpa rombongan, buku panduan perjalanan amatlah penting, sepenting perjalanan itu sendiri. Buku panduan menyediakan informasi penting seputar tempat wisata yang menarik, rute perjalanan, daftar akomodasi, serta petunjuk transportasi umum. Pendek kata, semua informasi yang dibutuhkan.

Tetapi yang harus diingat, buku panduan bukanlah kitab suci. Jangan sampai buku panduan membuat kita malas mencari informasi tambahan — atau hanya mau makan di restoran yang disebutkan dalam buku serta menginap di hotel yang direkomendasikan.

Jangan jadikan buku panduan sebagai kitab suci, artinya, jangan ragu untuk mencari tempat-tempat lain selain yang direkomendasikan buku tersebut. Foto: Thinkstock

Buku panduan adalah sumber informasi, bukan tukang perintah yang  bisa menentukan kegiatan.

Nah, supaya Anda lebih bijak dalam menggunakan buku panduan perjalanan, simak beberapa kiat berikut ini.

Kenali segmennya


Buku panduan perjalanan selalu dibuat untuk segmen tertentu. Ada yang ditujukan bagi backpacker, keluarga, pelancong mewah, serta perjalanan dengan minat khusus seperti wisata agama dan kuliner. Bahkan, ada buku panduan perjalanan yang khusus ditulis untuk homoseksual. Sebelum membeli, pastikan segmennya sesuai.

Pilih edisi terbaru


Sebaiknya pilih buku panduan yang diterbitkan kurang dari setahun lalu. Buku panduan perjalanan banyak memuat hal-hal yang berhubungan dengan biaya, seperti tarif akomodasi, harga makanan dan ongkos transportasi — yang sangat gampang berubah. Jadi pastikan edisi buku yang dibeli adalah yang paling gres.

Intip isinya


Banyak buku bertema perjalanan (terutama terbitan lokal) yang mengaku sebagai panduan wisata, tapi isinya ternyata hanya cerita jalan-jalan. Supaya tidak terkecoh, intiplah isinya sebelum membeli. Buku panduan perjalanan yang baik selalu menyertakan petunjuk penggunaan transportasi umum, daftar akomodasi, peta, budaya dan sejarah tempat-tempat yang dibahas, serta informasi penting lainnya untuk pelancong mandiri.

Padukan versi lokal dan luar negeri


Penerbitan buku-buku panduan perjalanan adalah hal baru dalam dunia pustaka Indonesia. Itulah sebabnya, buku panduan perjalanan dalam bahasa Indonesia, yang memberi perspektif lokal, jumlahnya masih sedikit dan rutenya pun terbatas. Padukan dengan buku panduan berbahasa Inggris yang lebih lengkap dan rinci.

Perbarui dengan informasi dari internet


Buku panduan perjalanan yang baik selalu disusun dengan sistematis dan enak dibaca. Sebelum terbit, naskah buku sudah disunting dan diseleksi oleh pembaca profesional. Ini berbeda dengan informasi dari Internet yang ditulis secara acak dan cepat. Padukan keduanya agar informasi yang didapat semakin lengkap.

Pahami petunjuk teknis


Bagian paling menarik dari buku panduan perjalanan biasanya ulasan sejarah dan budaya tempat-tempat yang dikunjungi penulisnya. Namun, jangan sampai lupa membaca petunjuk teknis seperti cara naik angkutan umum, harga tiket masuk tempat wisata, serta panduan praktis lainnya. Sebuah tempat tidak dapat dicapai bila petunjuk teknis tidak dibaca.

Buat catatan tersendiri


Kalau Anda menggunakan lebih dari satu buku panduan, cukup bawa satu saja yang memuat informasi paling detail tetapi mudah dibawa. Informasi dari buku lainnya bisa diringkas dalam catatan khusus yang Anda buat sendiri — bersama dengan info dari Internet. Kalau sudah mahir melakukannya, siapa tahu Anda bisa jadi penulis buku juga.

Jangan terpaku pada rekomendasi


Mengapa harus berjalan jauh hanya untuk mengunjungi restoran yang direkomendasikan penulis buku? Penjual makanan yang lezat bisa saja ada di depan mata Anda. Cobalah lebih aktif mengamati kondisi sekeliling. Saran dari kenalan di perjalanan atau petunjuk warga lokal mungkin saja jadi panduan terbaik. Terkadang Anda perlu menutup rapat-rapat buku panduan dan mulai mendengarkan suara-suara di sekeliling.

Sadari ilusi buku panduan


Banyak pelancong ingin mencontoh sepenuhnya perjalanan yang dilakukan penulis buku. Bahkan, ada yang terjangkit semacam obsesi untuk melakukan semua hal yang dilakukan para penulis. Meskipun Anda sangat terkesan dengan perjalanan yang dilakukan sang penulis, kondisi dan situasi Anda sangat berbeda. Biasanya, penulis memiliki waktu melancong yang lebih lama dari orang kebanyakan. Tak heran kalau mereka bisa mengunjungi banyak tempat.

Tak perlu kecewa kalau Anda tidak bisa melihat semua tempat menarik yang ditulis dalam buku. Percayalah, semua orang bisa merasakan perjalanan mengesankan seperti yang dialami penulis. Anda tak perlu mencontoh orang lain untuk merasakan pengalaman tak terlupakan. Lakukan dengan cara sendiri!



sumber : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/232-bijak-menggunakan-buku-panduan-perjalanan

Keliling Kota Mungil Oarai

Jepang selalu diasosiasikan dengan kota-kotanya yang besar dan modern. Namun karena harus mengunjungi sepupu, akhirnya saya pun merasakan tinggal di kota super mungil di Jepang, yaitu, Oarai.

Tinggal di kota yang berlokasi sekitar 100 kilometer dari Tokyo ini memang membuat saya seperti tinggal di perdesaan. Kota dengan penduduk sekitar 20 ribu orang ini tidak mempunyai mal. Kalau ingin ngemal dan nonton film bioskop, harus ke kota terdekat, Mito. Menengok ke kiri dan kanan jalan, banyak sekali ditemui sawah dan perumahan.

Untuk mencapai Oarai, kita bisa naik kereta JR jalur Joban Fresh atau Fresh Hitachi Limited Express dari stasiun Ueno di Tokyo. Perlu waktu sekitar sejam lebih untuk tiba di Oarai. Satu hal yang perlu dicatat, untuk sedikit menghemat, sebaiknya membeli tiket tanpa nomor karena lebih murah. Toh, penumpang jalur ini tidak terlalu ramai. Dari Ueno, kita turun di stasiun Mito. Dari situ, ambil kereta Kashima Rinkai ke Oarai yang membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Oarai langsung menghadap lautan Pasifik di sebelah timurnya. Kota ini mungil, tapi bukan berarti tidak ada daya tariknya. Karena menghadap pantai, Oarai menjadi kota tujuan berlibur warga Jepang di musim panas.


Melancong ke kota tetangga yang masih satu prefektur – di prefektur Ibaraki -  pun tidak jauh. Hitungannya hanya menit karena jalanannya berupa jalan tol. Berhubung di Oarai tidak ada mal, bisa dibilang hampir setiap hari saya pun mampir ke Mito untuk menjajal Joyful, mal terbesar atau toko 100 yen yang jadi andalan untuk cari oleh-oleh.

Ada beberapa tempat seru yang wajib dikunjungi di Oarai dan prefektur Ibaraki.

Oarai Isosaki Jinjya


Kuil Oarai Isosaki ini dibangun pertama kali pada tahun 856. Jinjya ('kuil' dalam bahasa Jepang) ini didedikasikan untuk dewa keamanan rumah dan lautan, mengingat lokasi kota yang memang di pinggir laut. Walau sempat hancur karena dibakar sekitar tahun 1558, kuil ini dibangung kembali oleh Mitsukuni Tokugawa di tahun 1690.

Lokasi kuil ini berada di salah satu bukit. Jadi cukup lelah juga saat menaiki tangga. Di bagian bawah kuil, sebelum tangga, menjulang gerbang setinggi 16 meter. Dibanding kuil di Tokyo memang kuil ini tidak terlalu besar. Tapi, jika ke Oarai, tempat ini wajib didatangi jika ingin melihat pemandangan lautan yang indah dari atas. Apalagi, kalau ke sana pas musim semi, pemandangan semakin cantik dengan bunga-bunga sakura yang bermekaran.

Aqua-World Oarai Aquarium


Satu-satunya pusat rekreasi terbesar di kota kecil ini adalah Aqua-World Oarai Aquarium yang menyimpan sekitar 15 ribu hewan air yang dibagi dalam 350 spesies berbeda. Seperti juga di Ancol, kita bisa menikmati pertunjukan singa laut dan lumba-lumba dan menyaksikan para petugas memberi makan pada berbagai macam hewan air ini. Jika lapar, kita bisa naik ke menara marinir Oarai yang memiliki ketinggian sekitar 60 meter dan menikmati makan siang dari berbagai macam restoran di situ. Harga masuk ke Aquarium ini sekitar Rp 180ribu.

Hitachi Seaside Park


Hitachinakakoen, begitu taman satu ini biasa disebut, terletak tidak jauh dari Oarai. Dulu taman ini merupakan lapangan untuk pilot tempur Amerika berlatih membom di tahun 1946. Namun, di tahun 1973, taman ini dikembalikan kepada pemerintah Jepang. Sebagian kecil dari lapangan ini kemudian disulap menjadi taman bunga dan rekreasi.


Di taman seluas 3,5 hektar ini, bunga-bunga yang ditanam sangat menakjubkan. Setiap musim, bunga yang ditanam pun berbeda-beda. Kebetulan saya mampir ke sana di musim semi dan bunga yang ditanam adalah tulip berwarna-warna. Berhubung di Indonesia tidak ada bunga ini, tingkah saya pun mulai norak. Saya mengitari seluruh taman dan merekam semua warna bunga. Beruntung banyak orang lain yang mengabadikan bunga seperti saya, sehingga kenorakan saya mungkin sedikit tersamarkan.


Di antara pepohonan dan taman bunga tulip, banyak bangku dan tenda dimana kita bisa bersantai. Saya dan sepupu saya pun sibuk menurunkan semua peralatan barbekyu dan makanan untuk dinikmati bersama. Yang masih punya tenaga untuk mengelilingi taman luas ini, bisa mencoba permainan kincir yang ada di sisi lain taman.

Pasar Ikan Nakaminato


Sebagai kota yang dekat dengan laut, pasar ikan Nakaminato menjual hasil laut menakjubkan. Semua terlihat masih segar. Dan, memang berbagai hasil tangkapan laut yang dijual di sini benar-benar hasil tangkapan hari yang sama. Ini bisa dilihat dari lokasinya yang berhadapan langsung dengan pelabuhan kapal nelayan di depan pasar.


Berbeda dengan pasar ikan di Indonesia yang sering tercium amis, gelap, dan muram, pasar ikan yang berlokasi di 19-8 Minatohonmachi, Hitachinaka ini bersih, rapi, kering, dan terang. Hasil tangkapan laut yang dijual di sini pun sangat bervariasi. Mulai dari berbagai macam ikan, kepiting, udang, kerang, cumi sampai gurita dijual dengan harga cukup masuk akal. Pasar ini sempat ditutup beberapa saat setelah tsunami, namun sekarang sudah kembali beroperasi dengan normal.

Kairakuen Garden


Taman Kairakuen ini dianggap satu dari tiga taman tercantik di Jepang. Pembangunan taman ini selesai pada tahun 1842 oleh Nariaki Tokugawa. Taman ini dikenal dengan festival pohon plum atau ume-matsuri yang berlangsung mulai dari akhir Februari hingga bulan Maret.

Ada sekitar 100 macam pohon plum dan 3000 pohon dari berbagai jenis. Dari ribuan pohon inilah, selalu ada pemandangan indah yang berbeda setiap musimnya. Musim semi, misalnya. Hampir di setiap sudut terlihat pohon ceri dengan bunga sakuranya yang bermekaran.

Di tengah taman terdapat sebuah danau buatan. Untuk mengelilingi danau sambil mengagumi bunga sakura di sekeliling, kita bisa naik sepeda air yang disediakan di situ. 



sumber : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/214-keliling-kota-mungil-oarai

Keliling Kota Mungil Oarai

Jika bukan karena teman, saya mungkin tidak akan mampir ke Odaiba — daerah surga belanja dan hiburan di pinggir teluk Tokyo, yang sebenernya merupakan pulau tambahan dan dibangun sebagai benteng pertahanan dari serangan laut.

Dan rekomendasi teman saya tidak salah. Begitu tiba di stasiun Daiba, pusat perbelanjaan Aqua City dan gedung Fuji TV yang berarsitektur unik siap menyambut. Sungguh surga belanja. Selain Aqua City, ada juga Decks yang sejajar. Hanya berjarak satu blok, ada Venus Fort yang sepintas seperti pertokoan di dalam Venetian Macao.



Berhubung kantong pas-pasan dan tidak berniat belanja, saya pun langsung melangkahkan kaki ke gedung Telecom Center (yang terletak di sebelah Fuji TV). Dari lantai tertinggi Telecom Center, kita bisa melihat pemandangan Tokyo dari ketinggian dengan gratis.



Setelah puas melihat pemandangan, saya memutuskan mencoba onsen, rumah pemandian yang populer di Odaiba. Yang paling luas di Tokyo, dengan desain dan tata cara mandi seperti pada zaman Edo, adalah Ooedo Onsen Monogatari. Tak heran harga masuknya 2900 yen (Rp 300 ribu) — hampir enam kali lipat dari harga pemandian di hotel kapsul saya di Asakusa.





Tetapi ada harga ada barang. Fasilitas Ooedo Onsen Monogatari memang super lengkap. Setelah membayar, pengunjung diharuskan menggunakan kimono sehingga suasana tradisionalnya langsung terasa. Ada 19 motif kimono yang dipajang di situ sehingga saya pun bebas memakai yang mana.

Dengan enam macam kolam pemandian, plus ruang uap dan sauna, berendam di sini rasanya seperti di surga. Saya suka berendam di kolam Kinu-no-Yu yang airnya berwarna putih (dan kabarnya berkhasiat mencerahkan kulit). Saya juga suka berendam di kolam luar ruangan, karena sebelumnya tidak pernah berendam di ruangan terbuka tanpa mengenakan pakaian.

Di beberapa sudut ruangan terbuka terdapat gentong besar untuk mereka yang ingin berendam sendirian.

Setelah puas berendam, saya berjalan berkeliling. Ternyata, ada juga fasilitas spa dan pijat dengan berbagai macam teknik (termasuk di kursi pijat yang menggunakan koin). Di bagian tengah gedung, berjajar toko oleh-oleh dan makanan dengan desain interior yang sudah disulap seperti zaman Edo.






Selain toko-toko itu, ada juga aula luas tempat pengunjung bersantap cemilan atau sekadar merebahkan badan untuk melepas penat.

Puas mencoba onsen, saya melanjutkan perjalanan. Tujuan terakhir adalah Odaiba Kaihin Kōen, taman pinggir teluk yang menampilkan replika patung Liberty. Sepintas memang mirip di New York, apalagi dengan tambahan jembatan pelangi sebagai latar belakang.



Pasir putih dan puluhan burung camar menjadi pemandangan yang menyegarkan mata. Pantas jika tempat ini menjadi lokasi favorit pasangan berkencan. Saya membayangkan, jika datang malam hari pasti pemandangan serta lampu warna-warni dari jembatan pelangi ini romantis.



Usai menikmati angin segar laut, saya pun memutuskan kembali ke kota dengan menggunakan kapal. Setelah melihat dari atas, saya ingin melihat Tokyo dari sisi lain, yaitu dengan menyusuri sungai Sumida sampai ke Asakusa, pelabuhan terakhir yang dekat dengan hotel.



sumber : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/234-berendam-air-panas-di-odaiba

Jepang dengan Anggaran Terbatas

Pesona Jepang seringnya memerlukan biaya besar dan mahal. Survey terbaru tentang biaya hidup menempatkan Tokyo dan Osaka sebagai dua kota dunia termahal. Tetapi turis beranggaran terbatas tidak perlu resah, masih ada cara untuk berwisata murah ke Jepang. Inilah beberapa tips untuk mengefektifkan uang saku Anda.

 

Photo credits - comedy nose

Rencanakan Dulu

Pengeluaran perjalanan bisa ditekan dengan perencanaan matang, seperti menggunakan layanan kereta api dan penerbangan domestik yang murah (menggunakan airpass). Beberapa fasilitas ini hanya tersedia bagi orang-orang asing, dan sering cuma bisa dibeli di luar Jepang. Anda juga dapat menghemat banyak uang dengan memprioritaskan atraksi apa saja yang ingin Anda lihat (dan apa yang bisa diabaikan).

 
Photo credits - hildgrim

Bepergian

Jika Anda berencana tinggal di Jepang sampai tiga minggu dan akan banyak melakukan perjalanan, JR Pass adalah cara terbaik berhemat. Harap dicatat, Anda perlu menukar semacam bukti pemesanan dari kantor penjualan resmi atau agen sebelum datang ke Jepang. Jadi, semua ini kembali ke poin pertama, perencanaan yang matang!

Ada juga berbagai Air Passes yang akan sangat berguna jika ingin melakukan perjalanan jarak jauh di Jepang, misalnya, untuk mengunjungi pulau-pulau di selatan seperti Okinawa. Setiap biro memiliki Air Passes-nya sendiri-sendiri dengan harga dan rute yang
berbeda, jadi pastikan untuk memilih dengan bijak.

 
Photo credits - Stefan

Penginapan

Ini adalah kebutuhan mahal lainnya, jadi cobalah layanan Couch Surfing jika anggaran benar-benar terbatas. Jika tidak, pilihan akomodasi murah berkisar antara youth hostel dan asrama. Ada juga lokasi perkemahan di seluruh Jepang, tetapi beberapa lebih sulit diakses daripada yang lain, sehingga intinya kembali lagi ke poin pertama, perencanaan!

Untuk pengalaman tak terlupakan yang benar-benar khas Jepang, habiskan semalam di berbagai penginapan tradisional, biasanya disebut Minshuku atau Ryokans. Ini memang bukan pilihan termurah, namun benar-benar bisa membuat Anda merasakan Jepang.

 
Photo credits - strikeael

Relawan

WWOOF adalah program sukarela yang sangat bagus, Anda hanya mengeluarkan biaya 5.500 Yen (sekitar USD60) per tahun. Program ini adalah salah satu cara terbaik untuk menjalani cara hidup dan mengenal budaya Jepang. WWOOF biasanya akan memberi Anda akomodasi dan kamar secara gratis. Sebagai imbalannya, Anda bekerja selama 4-6 jam per hari. Jenis pekerjaan yang akan Anda lakukan tergantung dari satu tuan rumah ke tuan rumah lain. Di sinilah Anda berkesempatan untuk belajar keterampilan baru. Pada saat yang sama, Anda bisa ikut berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari tuan rumah, mereka mungkin bisa memberi tur lokal dan kegiatan.

 
Photo credits - fujisan3(MR.mt)

Makan Seperti Penduduk Lokal

Makanan di Jepang tidak semahal yang Anda kira, dan untungnya, sangat mudah menemukan tempat makan murah. Restoran biasanya menampilkan menu yang mencantumkan daftar harga mereka di luar. Cobalah ke berbagai bar ramen, semangkuk soba, udon atau ramen di sana harganya mulai dari 250 yen. Restoran sushi dengan ban berjalan juga murah, harga sepiring sushi berkisar antara 100 sampai 200 yen.

 
Photo credits - FMYFJHR

Tur Gratis

Pada siang hari, kunjungi kuil terbaik, museum dan atraksi lainnya. Rencanakan terlebih dahulu, maka Anda dapat menemukan berbagai tur gratis, lengkap dengan pemandu. Ini adalah cara terbaik untuk mengenal sejarah budaya Jepang. Ada baiknya mengecek tiket-tiket murah lain yang memungkinkan Anda berhemat, seperti Tokyo Museum Grutt Pass yang memberikan akses ke 66 tempat selama dua bulan. 



sumber : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/9-jepang-dengan-anggaran-terbatas

Selasa, 11 Oktober 2011

Sensasi Belanja di Kuala Lumpur

Seperti halnya kota kosmopolitan lain di dunia, ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, memiliki bermacam pusat belanja mewah, pasar lokal yang bervariasi, juga toko dan butik pinggir jalan yang menawarkan harga menarik. Ini adalah tempat tujuan di Malaya Peninsula untuk mencari merk terkenal, dengan mal baru yang penuh dengan jejeran butik internasional serta merk lokal yang populer. Kuala Lumpur adalah tempat Anda bisa menemukan mode dan trend terkini, beragam toko dan penawaran terbaik di Malaysia.

Starhill Gallery - Foto: ronnieliew

Bukit Bintang

Terletak di jantung Kuala Lumpur, Bukit Bintang adalah Fifth Avenue (New York) dan Ginza (Tokyo) versi Malaysia. Pavilion adalah mal populer di daerah tersebut, yang menawarkan belanja ala boulevard dengan toko yang menghadap Jalan Bukit Bintang. Mal tersebut terdiri dari tujuh lantai yang menjual segalanya, mulai dari barang mode, kecantikan, sampai barang-barang mewah. Terletak diseberang Starhill Gallery, sebuah lokasi mewah yang menawarkan merk-merk terkenal mulai dari Van Cleef and Arpels sampai Lanvin dan Louis Vuitton.


KLCC. Foto: miusam-ck

KLCC

Salah satu tempat utama lainnya untuk berbelanja di Kuala Lumpur adalah KLCC, yang hanya berjarak lima menit berkendara dari Bukit Bintang. Suria KLCC Mall, terletak di lantai dasar Petronas Twin Towers, merupakan salah satu tempat belanja termewah di negara tersebut. Di sini terdapat merk-merk terkenal internasional dan juga merk-merk pasar menengah. Selalu ada sesuatu untuk semua orang!

Sungei Wang

Sungei Wang. Foto - kibitanUntuk suasana belanja yang lebih sederhana, datanglah ke Sungei Wang Plaza, hanya lima menit berjalan kaki dari KLCC. Tempat ini merupakan salah satu mal tua di area tersebut, tetapi tetap populer sampai sekarang, dengan toko-toko yang berjejalan dan lorong kecil di mana Anda bisa berburu perhiasan cantik dengan harga terjangkau. Terdapat banyak butik yang menjual merk dari perancang terkenal Malaysia, seperti Jonathan Cheng, Melinda Looi dan Williem Liew.


Selain belanja, ibukota Malaysia tersebut juga menyediakan banyak penawaran seperti seni, budaya, sejarah, dan bahkan petualangan. Lihatlah penawaran terbaru Kuala Lumpur di tips terbaru kami tentang apa yang seharusnya Anda lakukan di kota metropolis ini! 

Central Market

Central Market hanya berjarak beberapa menit dari Pecinan, yang dibangun pada tahun 1888 sebagai pasar tradisional. Arsitekturnya yang bernilai seni membuatnya dimasukkan sebagai Situs Warisan. Central Market merupakan tujuan utama untuk berburu produk unik Malaysia, seperti kerajinan tangan, benda seni tradisional dan kontemporer, kebaya, songket, batik, dan ukiran kayu.

Bangsar Village. Foto - MyLifeStory

Bangsar Telawi

Sebelumnya terkenal atas kehidupan malamnya, Bangsar Telawi sekarang dikenal sebagai pusat toko trendy untuk para penggemar mode yang suka harga murah. Terdapat banyak butik independen di antara ruko yang menjajakan merk lokal, mulai dari pakaian, sepatu, aksesoris, dan lebih banyak lagi. Toko unik Thirtyfour, yang hanya buka untuk publik hanya dengan perjanjian, merupakan studio desain interdisipliner yang juga berfungsi sebagai butik beragam tas kulit dan aksesoris. Di dekatnya, terdapat toko Baci yang menawarkan busana unik dari seluruh Asia, semuanya dengan harga terjangkau. Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi Bangsar Village Shopping Centre, yang menjajakan merk terkenal dengan ruangan ber-AC.


Batik & Songket. Foto - wizan

Songket dan Pewter Ware (Kerajinan Timah)

Songket Malaysia dan Pewter Ware adalah produk kerajinan lokal yang unik dan cocok untuk oleh-oleh. Songket merupakan kain eksotis yang menampilkan keahlian tenun mencampur benang emas dengan benang sutera di kain dasarnya. Hasilnya adalah kain yang sungguh menakjubkan dan butuh berbulan-bulan untuk menyelesaikannya. Pewter Ware adalah produk unik lainnya di negara tersebut. Anda dapat mengikuti tur ke pabriknya untuk menyaksikan pembuatan kerajinan tersebut secara langsung.



sumber : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/220-sensasi-belanja-di-kuala-lumpur

Senin, 10 Oktober 2011

Lima Lokasi Dengan Pemandangan Paling Romantis di Singapura

Pemandangan yang indah dapat menambah percikan dalam sentuhan suasana. Konsep udara terbuka dan keindahan tepi pantai, dikombinasikan dengan masakan yang nikmat, serta anggur yang memabukkan, maka Anda sudah berhasil mendapatkan malam yang indah. Kami terus mengumpulkan daftar tempat romantis di Asia. Kali ini kami menyoroti Singapura serta daftar tempat-tempat yang memiliki pemandangan luar biasa, sempurna untuk makan malam romantis yang sudah lama Anda rencanakan.

Jaan


Jaan yang berada di Swissotel The Stamford benar-benar mengagumkan. Suasana keseluruhan restoran didekorasi dengan sempurna, dengan sutra dan linen yang warnanya disesuaikan dengan musim yang ada, dan dengan patung lilin kristal dan perak. Namun di atas semua itu, terdapat pemandangan indah Singapura yang dapat dinikmati dari restoran di lantai 70. Tatanan ruangan itu sederhana dan modern, dan syukurnya makanan di restoran juga sangat mendukung suasana, dengan sajian menu makanan Perancis yang telah memenangkan berbagai piala dan penghargaan. Jika Anda memerlukan bukti mengenai keunggulan yang ditawarkan, berikut beberapa - Jaan dinobatkan sebagai Restoran Terbaik ke 4 di Asia oleh The Miele Guide pada 2009/2010, dan berada di posisi 39 dari daftar S. Pellegrino World's 50 Best Restaurant List 2010.

Sky on 57


Justin Quek, salah satu koki paling ternama di Singapura, kembali ke Singapura untuk membuka sebuah restoran baru, The Sky on 57, di lokasi resort yang baru saja diresmikan Marina Bay Sands. Berada di titik tertinggi di properti itu, Sky on 57 menyajikan gabungan dari makanan Singapura dan Asia menggunakan teknik memasak Perancis klasik dan ditambah gaya presentasi yang telah disempurnakan. Semua itu ditambah lagi dengan pemandangan yang luar biasa dari ketinggian 200m di atas tanah, sudah pasti akan menambahkan percikan romantis dan kemewahan ke acara penting Anda.

Salt Grill


Bertengger di atas unit penthouse ION Sky di Orchard Road, terdapat Salt Grill yang merupakan restoran keenam dari kerajaan restoran yang menyebar di seluruh dunia milik koki selebriti Luke Mangan. Menu yang disajikan difokuskan pada makanan modern Australia dan dapat mengejutkan dengan kesederhanaannya, menekankan pada rasa yang ringan dan 'bersih' sambil menonjolkan kesegaran dan kualitas. Namun pemandangan yang diberikan juga tidak kalah menariknya, pengunjung disajikan pemandangan wilayah urban Singapura yang luas sambil merasakan kenikmatan rasa Australia.

1-Altitude


Pada ketinggian 282m di atas permukaan laut, 1-Altitude berdiri dengan bangga sebagai bar tertinggi di tempat terbuka di dunia. Berlokasi di dua lantai tertinggi dan atap gedung UOB, bar ini berhasil menempati posisi sebagai salah satu tempat makan malam dan hiburan paling diminati di Singapura. Di lantai 61 terdapat 282 dan City Golf, tempat nongkrong bagi para penggila olahraga. Tepat di atasnya terdapat Stellar, sebuah restoran tempat makan malam yang istimewa, kemudian di bagian atap terdapat 1-Altitude Gallery dan Bar. Pemandangan yang disajikan bar ini sangat memukau, dengan 360 derajat pemandangan kota yang hadir untuk memikat Anda.

Ku De Ta Singapore


Ku De Ta adalah sebuah merk di Bali, Indonesia. Restoran dan lounge ekstra nyaman di Seminyak ini berhasil menarik perhatian para pengunjung dengan berbagai latar belakang untuk menikmati minuman saat matahari terbenam, makan malam, dan diikuti pesta sepanjang malam. Kini restoran dengan nama yang sama telah dibuka - Ku De Ta Singapore, mengganti tanah berpasir dengan pemandangan dari lantai atas gedung Sands SkyPark yang dapat membuat mulut ternganga. Ku De Ta Singapore ini terbagi menjadi tiga desain, masing-masing memiliki hal-hal menarik yang mereka tawarkan - Restaurant, Club Lounge, dan Poolside Terrace.



sumber : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/217-lima-lokasi-dengan-pemandangan-paling-romantis-di-singapura